Blog EntryberangusMay 3, '08 9:33 AM
for everyone
ah
mereka lagi
bicara lagi
tereak lagi

acungkan pedang dan gada
berangus sang lain

ah
kebenaran lagi
agama lagi
surga lagi

seakan surga punya mereka
agama di ujung jari
kebenaran dalam genggaman

ah
siapa sesat
siapa berdagang



Blog EntryantagonMar 11, '08 1:47 AM
for everyone
kau yang merasa
paling sengsara
meski hanya kerikil kecil
menempel di sela jari kakimu

kau yang merasa
paling merugi
meski hanya secuil hatimu
digerogoti kecewa

kau yang merasa
kehilangan seutuh cinta
meski hanya seujung kuku
cintamu dibawanya lari

duduklah sejenak
tepekur
di pangkuanku

kupinjami bola mata iblis
kornea syetan
otak brutus mental sisipus
tangan besi Lenin dan Westerling
plus sedikit alis mata buaya

lalu
lebar matamu pantang ke depan
luas tanganmu bentangkan

kau akan tahu
ya berarti tidak
buruk berarti baik
senang berarti sedih

kau akan tahu
keindahan adalah kejelekan
disharmoni adalah harmoni
keteraturan adalah kesemrawutan

kau akan tahu
relativitas
adalah keniscayaan itu sendiri

kau akan tahu
ruang dan waktu
selalu bergeser
akan selalu bergeser

maka
jadilah antagon
lihat kesengsaraan sebagai keindahan
lihat ketertindasan sebagai kepuasan
lihat sampah sebagai harta berlimpah

jadilah antagon
buang segala aturan
temukan kebebasan
buang segala kemapanan
temukan perubahan

ingat dan hanya ingat
kaulah pusat tata surya
kaulah penentu segalanya

ingat dan hanya ingat
westerling pun tersenyum


Blog EntryduniawiJan 22, '08 8:55 AM
for everyone
antum a'lamu bi-umuri dun-yakum

Blog EntryAsbakJun 25, '07 11:39 AM
for everyone
dunia itu asbak
kita adalah puntung rokok

Blog EntryBingungJun 19, '07 3:04 AM
for everyone
Tuhan
bingungkah Engkau
dengan kreasi akal
yang kau susupkan di kepala umatmu?

diam-diam
mereka menyaingimu

Blog EntrySenyumApr 30, '07 2:23 PM
for everyone
Kekasih
aku tahu tak mudah mengarungi hidup
tak mudah menyiasati perih
menyingkirkan duri dan onak

aku tahu tak mudah melempar senyum
   sementara hati tersayat
tak mudah menahan tangis
   sementara darah mengucur
membungkam amarah
   sementara nanah membuncah

aku tahu tak mudah mengekang keinginan
   sementara asa di tangan terbelah
tak mudah membekap iri
   sementara etalase terpampang begitu sempurna
mengerangkeng tangan
   sementara ranum buah di depan mata

Kekasih
tapi hidup adalah proses
   bukan akhir
tapi hidup adalah rumus
   bukan hasil
tapi hidup adalah perjalanan
   bukan peristirahatan
tapi hidup adalah garis
   bukan titik

Kekasih
bukan aku benci darah
bukan pula nanah
atawa air mata

bukan aku benci akhir
bukan pula hasil
atawa titik

Kekasih
aku sadar sepenuhnya
darah dan air mata adalah juga proses
nanah dan titik adalah bagian hidup

aku hanya ingin
kita merangkulnya dengan senyum
kita menjalaninya dengan menepuk dada

Kekasih
kita bukan siapa-siapa
juga bukan apa-apa

tapi kita juga adalah cahaya
juga bagian penting kosmos

Kekasih
hidup ini indah
dan selalu indah

Kekasih
aku belajar dari Chuyia dari India
gadis 8 tahun yang menjadi janda dan diasingkan
bahkan sebelum ia sdar apa arti menjadi istri
gadis kecil yang menjadi korban kebiadaban
sesuatu bernama agama

Kekasih
aku belajar dari Chava dari El Salvador
lelaki kecil yang selalu berharap
tak berulang tahun ke-12
karena 12 berarti saat
di mana ia harus melangkah terseok ke sebuah truk
untuk menjadi tentara pembunuh sesama

aku belajar dari Marsinah dari Pasuruan
yang terus dan terus menganyam harap
meski nyawa meregang

Mereka hanya punya senyum
karena itu mereka hidup
dan merayakan kehidupan

Kekasih
mari kita tersenyum
karena senyum itu hidup

MusicLennonJan 8, '07 8:09 AM
for everyone
Imagine   

Blog EntryPerempuankuDec 25, '06 5:00 AM
for everyone
Satu ciuman saja untukku
lunas sudah segala payah

Satu ciuman saja untukku
agar aku tak lagi berharap
agar aku berhenti menyiksa diri
membawakan tas dan belanjaanmu
membukakan pintu mobil untukmu
menuntunmu menyeberang jalan
melindungi dari debu yang hendak menempel
di wajahmu

Satu ciuman saja untukku
agar aku tak lagi berhitung

Aku tak merasa berhak memilikimu
dan ku tak ingin
aku tak merasa berhak dimilikimu
dan ku tak ingin
hanya satu ciuman itu saja

Satu ciuman saja untukku
agar tak lagi aku merasa
surga ada di telapak kakimu

Aku tahu
dengan tangan dan mulutmu
kau menolak memberikan ciuman itu
tapi aku percaya
bahasa matamu memberikan harapan
suatu saat satu ciuman itu
untukku

Atau mungkin kau sengaja
menggantungku
membuat ciuman itu menjadi horison indah
selalu penuh harapan
namun tak pernah jua kesampaian

Satu ciuman saja untukku
tak lebih
tak kurang

Atau mungkin kau menganggap
satu ciuman takkan mungkin cukup untukku
atau
satu ciuman akan membuatku melepasmu
mencari satu ciuman yang lain

Satu ciuman saja untukku
aku akan rela
Memberikan selimutku untukmu
sementara kumenahan gigil
Meminta maaf untukmu
bahkan ketika kau sadar kaulah yang salah
Menelponmu tiap jam 11 malam
sekadar mengucap selamat tidur

Ah perempuanku
kau memang lebih pintar dari yang kukira
aku mati langkah
tak kunjung beroleh satu ciuman saja

Tapi perempuanku
ternyata kau tak cuma pintar
tapi juga kejam
ketika dari sudut mata kiriku
kutahu
dengan mudah kau berikan ciuman yang itu
padanya
entah siapa dia

Satu ciuman saja untukku
tak lagi kubutuhkan

Satu ciuman saja untukku
ternyata tak semahal itu

Ah, dunia memang kejam
atau aku yang sok melankolik

Kau yang dulu mengajariku
sepi ing pamrih hanyalah mitos
bahasa politik raja jawa
untuk membuat para kawula rame ing gawe

bahkan ibu berpamrih pada anaknya, katamu

Perempuanku
kau berhutang pamrihku
kau berhutang satu ciuman yang itu

29 mei 2006

Blog EntryADec 15, '06 12:12 AM
for everyone
Mereka bilang ayat itu berbunyi A dan tak bisa berbunyi B
Mereka bilang ayat itu berarti A dan tak bisa berarti B
Mereka bilang karena berarti A maka semua harus setuju dengan konsekuensi A
Mereka bilang karena semua harus setuju A, maka hukum harus berdasarkan A
Mereka bilang bahkan Tuhanpun pasti setuju A
Mereka bilang Tuhan ada di kepala mereka

tak ada B
tak ada C

Lalu mereka membakar karena A
membunuh atas nama A
memberangus atas dasar A

Lalu mereka mengunci rapat A dalam otaknya
menutup kemungkinan
tumpul
bebal

Lalu mereka mati di bawah kerangkeng A



Blog EntryPamrihNov 5, '06 10:52 AM
for everyone
adakah tanpa pamrih?

guru ngajar murid
ibu nyayang anak
sopir ngantar penumpang
dokter ngobati pasien

adakah tanpa pamrih?

induk ayam lindungi anaknya
induk ikan menelan telurnya
induk kucing menyembunyikan bayinya

adakah tanpa pamrih?
adakah tulus?

ada, ketika kita tak berakal
tak berkehendak
tak ber-asa

Blog EntryPollycarpusOct 4, '06 4:12 PM
for everyone
kata tanya itu seakan terhenti di tenggorokan
ketika sang hakim mengetuknya
kau tidak bersalah
bukan kau pelakunya

kata tanya itu seakan terjawab
bahwa ada sejumlah tanya lain
tentang siapa dan bagaimana
atas alasan apa dan tujuan yang mana

kata tanya itu terantuk batu
keras dan lara

kata tanya itu melanglang
mencari jawab
menunjuk para hidung

para hidung berlarian
mencari kerumunan
menumpuk rerimbunan alibi

kata tanya itu menuntut
harus ada yang ditunjuk
harus temukan jawab sang itu

kata tanya itu merangsek
melahirkan tanya berikutnya
kalau bukan dia, siapa?

kata tanya bersandar pada telunjuk
para sang hakim

Blog EntryHarusOct 1, '06 2:26 PM
for everyone
Aku benci kata harus
aku benci orang mewajibkan orang lain
aku benci hilangnya pilihan dan kemungkinan

konon, dunia ini indah jika kaca mata kita berwarna abu-abu
dunia dinamis jika relativisme menjadi cara pandang

kita adalah penentu makna kita


Blog EntryIbn ArabiSep 28, '06 4:53 PM
for everyone
konon, tak ada waktu di dunia ini
Tuhan adalah khaliq
sekaligus makhluq
manusia adalah makhluq
sekaligus khaliq

manusia dan alam hanyalah tajalli
manifestasi
cerminan
bayangan

bayangan tak butuh waktu
ia ada seketika
ia menyertai
tapi ia bukan si empunya
ia hanya bayangan

ia seakan berkehendak
seakan
tapi tidak

ia seakan berpikir
seakan
tapi tidak

ia seakan mengendalikan
seakan
tapi tidak

cuma ada satu
kita dan alam bukan bilangan

cuma ada satu
cuma Dia

Blog EntryTiboSep 25, '06 3:42 PM
for everyone
apakah kau sejenis manusia?
kenapa hak hidupmu dirampas?
kenapa kau tak sempat menjawab tanya?
kenapa seakan mulutmu tak boleh bicara?

aku mengutukmu
jika benar kau mencabut nyawa manusia lain

tapi aku juga mengutuk
manusia lain yang menentukan
bahwa nyawamu layak juga dicabut

apakah manusia boleh dibunuh?
apakah manusia boleh dihentikan hak hidupnya?
apa Tuhan mengijinkan manucia menjadi algojo untuk manusia lainnya?

aku mengutukmu, jika benar itu kamu
tapi aku juga mengutuk mereka

manusia manapun tak berhak membunuh manusia manapun

Blog EntryWorking TimeSep 24, '06 8:58 AM
for everyone
sebungkus rokok
berkas berserakan
asbak kura-kura
keyboard lusuh
segelas teh manis panas

setumpuk buku
kertas potongan kecil-kecil
korek gas




Blog EntryKadangSep 21, '06 12:58 PM
for everyone
ada saatnya aku platonik
ada saatnya


Blog EntryPendosa dan TerdakwaSep 20, '06 5:24 AM
for everyone
Pendosa bertanggung jawab pada diri dan Tuhannya
pendosa berdosa meski tanpa mata orang lain
pendosa kadang gugur dosanya karena kebaikan
pendosa tak butuh palu sidang
pendosa tak ternegosiasi

Terdakwa bertanggung jawab pada manusia lain
pada hukum manusia
terdakwa tak dihukum tanpa mata orang lain
terdakwa kadang lolos karna negosiasi
terdakwa butuh saksi dan fakta kasat mata
terdakwa butuh ketentuan manusiawi

Jika pendosa sama dengan terdakwa
hakim mampu mewakili Tuhan
dosa bisa disogok dan dinegosiasi
voucher penebusan dosa bisa diobral

Lalu
Di negeri macam apa kita?

Blog EntryCantikSep 19, '06 3:14 AM
for everyone
Kamu cantik
aku membencimu

Kamu cantik
mengalihkan perhatianku dari ribuan hal lain

Kamu cantik
mencuri banyak waktuku

tak banyak yang bisa aku lakukan
kalau kamu selalu cantik

Blog EntryKarena rumput diamSep 19, '06 3:09 AM
for everyone
Karena rumput diam
akulah yang harus bicara
akulah yang harus berteriak

ketertindasan ini
ketidakadilan itu
bukan lagi persoalan

kebusukan ini
bukan lagi akibat

mereka adalah sebab
dari akibat yang sudah tak terhitung
dari ribuan korban yang tak berujung

mereka akar
bukan lagi ranting

karena rumput diam
akulah yang berdosa


Blog EntryNietszche GagalSep 15, '06 1:38 PM
for everyone

Tuhan tak mati
ia masih diatasnamakan
ia masih dibawa-bawa
ia masih diteriakkan

Tuhan tak mati
firmannya masih membahana
ia bahkan ada di mana-mana

Lalu
Nietszche membunuh siapa?


MessageGuestbook
   
asyafrani wrote on May 27
Nik, kamu sangat romantis dan ternyata juga seorang sastrawan. Salut
martriarini wrote on May 3
Mampir ya om, tak komentari; Ak suka ma puisimu yg judulnya senyum...ehm ehm
sengkarut wrote on Mar 5
Menjejakkan hati? Sssst, jangan kenceng2...
nliesmanah wrote on Mar 4
hanya sekedar mampir, ikut menjejakkan hati ditempat yg mungkin dapat membuat ku terpana menatap keindahan dunia-mensyukuri pemberianNya yg sering kali terlewatkan jiwa..halahh..naon deui ieu teh?!! :D hihihihi...sorry, iseng Mas!!--intina mahh sayah cuman pengen bilang klo saya dah buka multiply mu aja..gtuhh..hehehe...
ratnaabas wrote on Jan 24
Puisi2nya...wow..!!!
ratnaabas wrote on Jan 22
Hola bung.
Gak nyangka ketemu di dunia maya. Piye, bojomu?
likarenza wrote on Sep 4, '07
Selamat ya...
Maaf, tidak bisa hadir untuk acara pernikahan mas anick besok. semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah. Jangan lupa setelah menikah mampir ke Yogya...dan mampir ke rumahku..., Salam buat Aniq nya..
suratno77 wrote on Jun 13, '07
Halo bung Anick, thanks for "dropping by" in my site!
Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.